Oleh: Syafiq Basri Assegaff
Memasuki tahun baru 2012, kekerasan atas nama agama meletus lagi.
Ratusan orang membakar pesantren,
mushala, dan rumah warga di Kecamatan Omben, Sampang, Madura. Dosa
mereka: karena pesantren yang dipimpin Ustaz Tajul Muluk itu mengajarkan
Islam mazhab Syiah yang dianggap sesat.
Reaksi pun datang dari berbagai pihak.
Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Umar
Shihab menyusul menegaskan bahwa Syiah tidak sesat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
KH Said Aqil Siroj mengingatkan ada desain besar di balik itu karena
sejak dulu tak pernah ada perselisihan Sunni dan Syiah di Madura. Said
Aqil menduga ada pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia.
”Salah satunya lewat kasus pembakaran pesantren Syiah di Sampang,”
katanya.
